“Gadis itu bernama Aisyah”
Di suatu
kampung kumuh di daerah Jawa barat,hiduplah Aisyah, gadis cantik, baik, pintar,
rendah hati dan ramah. Ayah Aisyah terkena stroke 2 tahun yang lalu, sekarang
ibunya lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Ibu Aisyah berjualan Soto ayam
di pinggir jalan. Aisyah sekarang duduk di bangku SMP. Aisyah sekolah di SMP
Tunas Bangsa, Aisyah beruntung karena bisa sekolah di SMP Tunas Bangsa, karena
dia mendapat beasiswa, jadi Aisyah tidak perlu merepotkan orangtuanya untuk
membayar biaya sekolahnya.
SMP Tunas Bangsa.... Sekolah ini terkenal dengan predikat
sekolah terbaik di Jakarta. Siswa-siswi nya mayoritas dari kalangan atas.
Contohnya teman sekelas Aisyah, namanya Maudy, Maudy juga murid yang pandai di
kelas, tetapi Maudy cenderung memilih-milih teman,angkuh,dan pemarah.
Di suatu pagi yang cerah,Aisyah berangkat ke sekolah dengan
terburu-buru mengendarai sepeda ontel miliknya. Jarak sekolah dengan rumah
Aisyah cukup jauh, jadi butuh waktu 30menit untuk sampai ke sekolah. Di kayuhnya dengan cepat sepeda ontel biru
miliknya itu. Di jalan Aisyah bertemu dengan Maudy. Maudy dari awal tidak
menyukai Aisyah karena sejak ada Aisyah, dia merasa tersaingi. Maudy dengan
sengaja mendorong Aisyah sampai Aisyah terjatuh dari sepedanya. Maudy merasa
puas karena sudah mengerjai Aisyah, dan ia langsung berangkat sekolah
mengendarai mobilnya.
Sesampainya di sekolah, Aisyah di ejek oleh teman-temannya karena
baju dan sepatunya, semuanya kotor karena terkena lumpur di jalan. Aisyah
merasa malu dan Aisyah hanya bisa menangis. Di tambah lagi, Maudy dan temannya,Citra
datang menghampiri Aisyah yang menangis di dalam kelas. Maudy membawa air minum
lalu dengan sengaja ia menumpahkan air minum itu ke wajah Aisyah. Kelakuan
Maudy itu ternyata di ketahui oleh Bu. Tina, Bu. Tina langsung menghampiri
Maudy dan Citra dan menghukum mereka untuk membersihkan toilet.
Sepulang sekolah, Aisyah biasa membantu ibunya berjualan soto
ayam. Kebetulan hari ini hari Sabtu, jadi Ibu Aisyah berjualan soto ayam di
depan alun-Alun kota. Aisyah biasa membantu mencuci piring,mengantar pesanan
dll. Hari semakin malam dan makin banyak orang yang berlalu-lalang menuju
alun-alun kota. Di alun-alun kota Aisyah bertemu dengan Maudy dan Citra teman
sekelasnya, Maudy yang menyadari jika Aisyah sedang membantu ibunya berjualan
berpikiran kalau ia akan mengerjai Aisyah. Maudy dan Citra lalu menuju lapak
milik ibu Aisyah dan memesan 2 mangkuk Soto ayam. Tak berapa lama pesanan di
antar oleh Aisyah. Firasat Aisyah tidak enak, karena takut jika Maudy dan Citra
akan mengerjainya lagi, dan firasat Aisyah pun menjadi kenyataan. Maudy
mengerjai Aisyah dengan memasukkan kecoa di dalam mangkuk soto miliknya. Ibu
Aisyah terkejut karena tidak menyangka jika kecoa bisa masuk ke dalam kuah
sotonya. Pelanggan ibu Aisyah yang tahu ada kecoa di mangkuk milik Maudy
serentak tidak mau membayar dan pergi dengan sendiri-sendiri. Karena kejadian
tersebut soto ayam ibu Aisyah menjadi sepi pembeli.
Di sekolah, Aisyah di ejek oleh Maudy terus menerus. Saat
pembagian ulangan harian Matematika, Aisyah mendapat nilai 100, sedangkan Maudy
mendapat nilai 80, Maudy tidak terima dan mengejek Aisyah habis habisan. Saat
istirahat Aisyah pergi ke toilet. Di dalam toilet Maudy mengerjainya dengan
mengunci pintu toilet. Aisyah terkunci di toilet sampai sore hari. Untungnya
ada satpam yang menolongnya.
Sejak soto ayam milik ibu Aisyah sepi pembeli, Aisyah
memutuskan untuk membantu menafkahi keluarganya dengan berjualan es lilin di
sekolah, Aisyah biasa menitipkan es lilin ke kantin sekolah. Dengan Aisyah
berjualan es lilin beban ibunya sedikit berkurang.
Sebulan kemudian ibu Aisyah jatuh sakit, dan sudah 2 minggu
ibunya tidak berjualan soto ayam. Kehidupan keluarga Aisyah sekarang bergantung
ke es lilin dagangan Aisyah. Di tambah lagi sekolah Aisyah akan ada Ujian Akhir
Sekolah dan mengharuskan membayar beberapa uang. Aisyah bingung harus mencari
uang kemana lagi. Aisyah akhirnya meminjam ke tetangganya.
Saat Aisyah sampai di depan gerbang sekolah, Aisyah bertemu
dengan Maudy, Maudy turun dari mobilnya, tiba-tiba dari arah kiri jalan ada
mobil yang melaju kencang menuju arah Aisyah, Aisyah yang mengetahui hal itu langsung lari menyelamatkan
Maudy. Naas nya mobil itu menabrak Aisyah sampai Aisyah tidak sadarkan diri dan
berlumuran darah. Maudy hanya terluka sedikit di kepalanya.
Aisyah di bawa kerumah sakit oleh Maudy, Maudy merasa bersalah
karena dia sudah jahat ke Aisyah. Maudy hanya bisa menunggu Aisyah bangun dan
minta maaf kepada Aisyah karena selama ini sudah menyakitinya. Tak berapa lama
Aisyah sadar, lalu Maudy meminta maaf ke Aisyah dan Aisyah memaafkannya. Namun
Aisyah tidak kuat menahan rasa sakit di tubuhnya dan menghembuskan nafas
terakhirnya di samping Maudy dan Ibunya.
Maudy sekarang menyadari, selama ini dia di butakan oleh iri
dan dengki yang ada di dalam hatinya terhadap Aisyah. Dia baru menyadari hal
itu setelah Aisyah pergi, dan Maudy berjanji akan merubah dirinya agar tidak
mudah iri,tidak angkuh kepada orang lain yang derajatnya lebih rendah dari
dirinya.

0 komentar:
Posting Komentar