Sabtu, 13 Februari 2016

Cerpen Kenakalan Remaja

“Gadis itu bernama Aisyah”
     Di suatu kampung kumuh di daerah Jawa barat,hiduplah Aisyah, gadis cantik, baik, pintar, rendah hati dan ramah. Ayah Aisyah terkena stroke 2 tahun yang lalu, sekarang ibunya lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Ibu Aisyah berjualan Soto ayam di pinggir jalan. Aisyah sekarang duduk di bangku SMP. Aisyah sekolah di SMP Tunas Bangsa, Aisyah beruntung karena bisa sekolah di SMP Tunas Bangsa, karena dia mendapat beasiswa, jadi Aisyah tidak perlu merepotkan orangtuanya untuk membayar biaya sekolahnya.
       SMP Tunas Bangsa.... Sekolah ini terkenal dengan predikat sekolah terbaik di Jakarta. Siswa-siswi nya mayoritas dari kalangan atas. Contohnya teman sekelas Aisyah, namanya Maudy, Maudy juga murid yang pandai di kelas, tetapi Maudy cenderung memilih-milih teman,angkuh,dan pemarah.
       Di suatu pagi yang cerah,Aisyah berangkat ke sekolah dengan terburu-buru mengendarai sepeda ontel miliknya. Jarak sekolah dengan rumah Aisyah cukup jauh, jadi butuh waktu 30menit untuk sampai ke sekolah.  Di kayuhnya dengan cepat sepeda ontel biru miliknya itu. Di jalan Aisyah bertemu dengan Maudy. Maudy dari awal tidak menyukai Aisyah karena sejak ada Aisyah, dia merasa tersaingi. Maudy dengan sengaja mendorong Aisyah sampai Aisyah terjatuh dari sepedanya. Maudy merasa puas karena sudah mengerjai Aisyah, dan ia langsung berangkat sekolah mengendarai mobilnya.
       Sesampainya di sekolah, Aisyah di ejek oleh teman-temannya karena baju dan sepatunya, semuanya kotor karena terkena lumpur di jalan. Aisyah merasa malu dan Aisyah hanya bisa menangis. Di tambah lagi, Maudy dan temannya,Citra datang menghampiri Aisyah yang menangis di dalam kelas. Maudy membawa air minum lalu dengan sengaja ia menumpahkan air minum itu ke wajah Aisyah. Kelakuan Maudy itu ternyata di ketahui oleh Bu. Tina, Bu. Tina langsung menghampiri Maudy dan Citra dan menghukum mereka untuk membersihkan toilet.
       Sepulang sekolah, Aisyah biasa membantu ibunya berjualan soto ayam. Kebetulan hari ini hari Sabtu, jadi Ibu Aisyah berjualan soto ayam di depan alun-Alun kota. Aisyah biasa membantu mencuci piring,mengantar pesanan dll. Hari semakin malam dan makin banyak orang yang berlalu-lalang menuju alun-alun kota. Di alun-alun kota Aisyah bertemu dengan Maudy dan Citra teman sekelasnya, Maudy yang menyadari jika Aisyah sedang membantu ibunya berjualan berpikiran kalau ia akan mengerjai Aisyah. Maudy dan Citra lalu menuju lapak milik ibu Aisyah dan memesan 2 mangkuk Soto ayam. Tak berapa lama pesanan di antar oleh Aisyah. Firasat Aisyah tidak enak, karena takut jika Maudy dan Citra akan mengerjainya lagi, dan firasat Aisyah pun menjadi kenyataan. Maudy mengerjai Aisyah dengan memasukkan kecoa di dalam mangkuk soto miliknya. Ibu Aisyah terkejut karena tidak menyangka jika kecoa bisa masuk ke dalam kuah sotonya. Pelanggan ibu Aisyah yang tahu ada kecoa di mangkuk milik Maudy serentak tidak mau membayar dan pergi dengan sendiri-sendiri. Karena kejadian tersebut soto ayam ibu Aisyah menjadi sepi pembeli.
       Di sekolah, Aisyah di ejek oleh Maudy terus menerus. Saat pembagian ulangan harian Matematika, Aisyah mendapat nilai 100, sedangkan Maudy mendapat nilai 80, Maudy tidak terima dan mengejek Aisyah habis habisan. Saat istirahat Aisyah pergi ke toilet. Di dalam toilet Maudy mengerjainya dengan mengunci pintu toilet. Aisyah terkunci di toilet sampai sore hari. Untungnya ada satpam yang menolongnya.
       Sejak soto ayam milik ibu Aisyah sepi pembeli, Aisyah memutuskan untuk membantu menafkahi keluarganya dengan berjualan es lilin di sekolah, Aisyah biasa menitipkan es lilin ke kantin sekolah. Dengan Aisyah berjualan es lilin beban ibunya sedikit berkurang.
      
       Sebulan kemudian ibu Aisyah jatuh sakit, dan sudah 2 minggu ibunya tidak berjualan soto ayam. Kehidupan keluarga Aisyah sekarang bergantung ke es lilin dagangan Aisyah. Di tambah lagi sekolah Aisyah akan ada Ujian Akhir Sekolah dan mengharuskan membayar beberapa uang. Aisyah bingung harus mencari uang kemana lagi. Aisyah akhirnya meminjam ke tetangganya.
       Saat Aisyah sampai di depan gerbang sekolah, Aisyah bertemu dengan Maudy, Maudy turun dari mobilnya, tiba-tiba dari arah kiri jalan ada mobil yang melaju kencang menuju arah Aisyah, Aisyah  yang mengetahui hal itu langsung lari menyelamatkan Maudy. Naas nya mobil itu menabrak Aisyah sampai Aisyah tidak sadarkan diri dan berlumuran darah. Maudy hanya terluka sedikit di kepalanya.
       Aisyah di bawa kerumah sakit oleh Maudy, Maudy merasa bersalah karena dia sudah jahat ke Aisyah. Maudy hanya bisa menunggu Aisyah bangun dan minta maaf kepada Aisyah karena selama ini sudah menyakitinya. Tak berapa lama Aisyah sadar, lalu Maudy meminta maaf ke Aisyah dan Aisyah memaafkannya. Namun Aisyah tidak kuat menahan rasa sakit di tubuhnya dan menghembuskan nafas terakhirnya di samping Maudy dan Ibunya.
       Maudy sekarang menyadari, selama ini dia di butakan oleh iri dan dengki yang ada di dalam hatinya terhadap Aisyah. Dia baru menyadari hal itu setelah Aisyah pergi, dan Maudy berjanji akan merubah dirinya agar tidak mudah iri,tidak angkuh kepada orang lain yang derajatnya lebih rendah dari dirinya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Naurahnazhifah Blogger Template by Ipietoon Blogger Template